
Bertempat di Aula Pola Tribuana, Rabu dan Kamis (18, 19/3/2026), dilangsungkan Persidangan Majelis Jemaat Pola Tribuana Kalabahi. Persidangan tahunan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi program pelayanan tahun 2025 sekaligus menetapkan program pelayanan tahun 2026 serta rekomendasi pelayanan. Adapun agenda persidangan meliputi, Study Meeting yang membicarakan subtema pelayanan GMIT 2026, penyampaian Laporan Pelayanan Program Pelayanan dan APBJ tahun layan 2025, Penyampaian Laporan Hasil Pengawasan BPPPJ, Penyampaian Laporan Pelaksanaan Progran Pelayanan dari BPPPPJ, PHRG, Panitia Pembangunan, dan PPA Pola tahun 2025 dilanjutkan dengan tanggapan peserta, Sidang Komisi sebanyak 3 Komisi yakni Komisi Program, Komisi Anggaran, dan Komisi Rekomendasi dilanjutkan dengan Pleno Komisi.
Ketua Majelis Jemaat Pola Tribuana Kalabahi, Pdt. Welly M. S-Peringmang, M. Th saat menyampaikan Akta Pembukaan Persidangan mengatakan bahwa, persidangan tahunan kali ini harus menjadi momentum bagi Majelis Jemaat untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pelayanan di sepanjang tahun 2025. Ada banyak dinamika yang mewarnai pelayanan di tahun 2025, oleh karena itu mari satukan hati dan pikiran bersama untuk melakukan evaluasi, sekaligus mari himpun semua energi dan potensi kita untuk mempercakapkan dan menetapkan program pelayanan tahun 2026. Panca Pelayanan akan menjadi bingkai dalam menetapkan program pelayanan tahunan kita. Terima kasih untuk partisipasi semua pihak dalam mendukung dan menyukseskan persidangan ini.
Persidangan yang dihadiri oleh 298 presbiter dan 4 orang Pendeta, masing-masing Pdt. Welly Peringmang, M. Th; Pdt. Ebenhaezer Kartoma, S. Th; Pdt. Novi B-Neonufa, S. Th,; Pdt. Loisa R. M-Ena Blegur, M. Th tersebut berhasil menetapkan 55 Program Pelayanan tahunan dan 25 rekomendasi. Kelima puluh lima program pelayanan tahunan tersebut terdiri dari Koinonia 11 Program, Marturia 10 Program, Diakonia 15 Program, Liturgia 12 Program, dan Oikonomia 7 Program. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2025, di mana jumlah program mencapai 59 program.

Efisiensi Anggaran mengemuka
Efisiensi menjadi alasan pengurangan program sekaligus pengetatan anggaran belanja tahun layan 2026 ini. Itu sebabnya melalui Komisi A yang membahas khusus mengenai program, perdebatan alot mewarnai sidang komisi. Antara efisiensi dan tuntutan aspirasi dari UPP, BPP mewarnai perdebatan di tingkat komisi. Selain program-program rutin dan spesifik dari masing-masing UPP dan BPP, sekaligus turunan dari HKUP, sidang kali ini juga menyepakati sejumlah isu krusial dan kontekstual masuk dalam program tahun 2026 ini, seperti konflik sosial di kota Kalabahi, HIV Aids, Kekerasan terhadap anak dan perempuan, donor darah, Stunting, lingkungan hidup, ekonomi jemaat, dan Pendidikan GMIT.

Akhirnya melalui perdebatan yang alot persidangan dapat menghasilkan program, anggaran, dan rekomendasi untuk tahun layan 2026. Persidangan ditutup pada hari Kamis, 19/3 pukul 22.00 wita oleh Ketua Majelis Jemaat Pola Tribuana Kalabahi, Pdt. Welly M. S-Peringmang, M. Th. Persidangan kali ini telah menjadi momentum yang berharga bagi semua unsur pelayanan di Jemaat Pola Tribuana Kalabahi untuk terus menyaksikan kebaikan Tuhan melalui tugas pelayanannya di masing-masing unit dan lingkup. Tuhan memberkati. (FAK)